Resensi Buku “Insecurity Is My Middle Name” Karya Alvi Syahrin

0
509

“That you are matter, tanpa penerimaan seseorang. You are enough, tanpa perlu validasi dari siapapun. You can be complete tanpa kedatangan seseorang. Nilai dirimu nggak bergantung pada validasi eksternal. It’s all in you.”

Tak jarang kita merasakan ketidakpuasan pada diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari, entah itu dari segi fisik yang dirasa kurang memiliki daya tarik, kemampuan diri yang kurang mumpuni, atau karena tidak ada habisnya membandingkan diri dengan orang lain. Hal-hal ini tanpa disadari memunculkan rasa cemas akibat turunnya rasa percaya diri hingga menyebabkan rasa iri terhadap jalan hidup orang lain. Rasa inilah yang disebut insecure.

Kemudian, kumpulan keresahan yang seringkali dialami muda-mudi ini dikemas rapi dalam buku ini dengan tujuan menenangkan kalut yang membalut pikiran dan mengajak kita untuk mensyukuri hidup ini. Terdapat lima bab dalam buku bergenre self-improvement ini yang seluruhnya membahas mengenai cara menerima diri sendiri dan berdamai dengan keadaan. Lima bab tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Fisik yang Kurang Menarik
  2. Masa Depan yang Buram
  3. Jauh Tertinggal dari Teman-Temanku
  4. I Hate Myself
  5. Berdamai dengan Insecurity

Di setiap bab, penulis akan mengajak kita merenungi segala hal yang kita kira akan menghambat perjalanan. Penulis memberikan perspektif lain dalam memandang insecurity, dibanding menjadikannya sebagai beban tak berkesudahan, penulis mengajak kita untuk mengolahnya menjadi bahan bakar untuk semakin memperbaiki diri ke depannya. Di samping itu, buku ini juga memuat pesan-pesan religius yang membuat kita terus yakin dan bersyukur atas pemberian-Nya.

  • Kelebihan

Menurut saya, buku ini cukup bagus karena mencakup segala hal, mulai dari fisik, pendidikan, percintaan, hingga masa depan. Diksi yang digunakan pun sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh para pembaca yang menginginkan bacaan ringan. Ilustrasi bacaan beserta cover-nya menarik, juga ada tambahan berupa surat dari insecurity, gambar cetak, stiker, dan wallpaper gratis yang menambah daya tarik pembeli.

  • Kekurangan

Kekurangan buku ini menurut saya adalah adanya kutipan-kutipan religius di dalamnya. Hal tersebut karena kutipan-kutipan tersebut cenderung condong pada salah satu agama sehingga mungkin akan menimbulkan kesan tertentu untuk kaum nonmuslim.

  • Kesimpulan

Bagaimanapun, buku ini layak untuk dibaca karena dapat membantu menenangkan pikiran dan mengatasi luka batin para pembaca karena tulisan di dalamnya berisi hal-hal yang relate dengan kita yang hidupnya sering merasa insecure dan overthinking.

Penulis: Yulandita Ayunda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here