LANGIT TAK SELALU BIRU

0
258
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Aku sering bermonolog dalam sepi. Sering kusampaikan ribuan tanya, namun tak satu pun ku tahu pasti jawabnya. Kupandangi langit malam itu, gelap. Aku tak meminta langit selalu biru, aku hanya ingin bisa berjalan di atasnya tanpa rasa ragu. Karena kutahu, gelap bukan berarti kehilangan, dan tak semua yang redup berarti berakhir. 

Di tiap tapak yang kutinggalkan, ada ragu yang kupungut. Aku ingin percaya bahwa redup hanyalah jeda sebelum terang. Meski langit hari ini kelam, aku tahu “Biru itu belum pergi. Ia hanya bersembunyi di balik indahnya sang mega.” 

Maka, aku tak akan memaksanya hadir. Aku hanya akan menunggu. Barangkali, inilah seni dari hidup. Ia tak pernah menjanjikan apa-apa, namun mengajarkan kita untuk tetap percaya. Meski langit gelap, meski diri tak lagi seperti dahulu kala. Di antara suara-suara yang pernah menghakimi, aku belajar bahwa diam adalah hal paling ikhlas untuk bertahan.

Langit tak selalu biru. Ada waktu ia mendung dan kelabu. Seperti aku, diam-diam menangis dalam riuhnya untaian doa yang selalu kupanjatkan tiap waktu. Mereka bilang, waktu dapat menyembuhkan. Nyatanya, keikhlasan lah yang paling berperan. 

Aku pernah hampir menyerah. Ingin kujatuhkan seluruh keyakinan yang sedang kugenggam dengan tangan gemetar. Tapi kemudian aku ingat, ada harapan yang selalu kusirami dengan doa-doa. Ada air mata yang pernah kutahan, hanya demi satu hal yang membuatku tetap bertahan.

Langit tak selalu biru. Ia bisa berubah kelabu dalam sekejap, seperti hatiku, yang terkadang tenggelam dalam kabut ragu. Aku pernah berpikir hari esok akan selalu cerah, seperti pagi yang ramah menyambut mentari. Namun nyatanya, hidup tak selalu menawarkan langit yang sama. Akan ada hari di mana matahari tak sempat menyapa. Di situlah aku belajar, bahwa kegelapan sekalipun mampu bersinar dengan cahayanya sendiri.

Di antara desir angin dan waktu yang diam-diam berlari, aku hanya ingin belajar untuk tidak membenci hujan, dan tak lagi marah pada langit yang tak selalu biru.

Biarlah langit berwarna apapun hari ini. Aku akan tetap di sini, sebagai janji bahwa kesabaran merupakan bentuk dari ‘berjuang.’

 

Penulis: Grisca Dian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here