Langit tak selalu biru,
kadang mendung pun bertamu,
tapi hadirmu di sampingku,
buat dunia terasa lucu.
Langkah kita tak selalu lurus,
ada lubang, ada arus,
namun tawa yang terus mengalir,
bikin hati enggan menyingkir.
Kita tertawa atas hal kecil,
dari cerita receh sampai mimpi yang konyol,
tak peduli dunia mencibir,
kita tetap jadi diri sendiri, tanpa perlu menyesal.
Kau tahu saat aku diam,
bahwa itu bukan hanya lelah,
kau hadir tanpa kata,
membawa canda yang sejukkan resah.
Persahabatan kita bukan soal waktu,
tetapi tentang bagaimana kita tumbuh,
bersama, saling menguatkan,
hingga hari esok yang tak tentu.
Dan saat kita menua nanti,
rambut memutih, tawa pun lirih,
aku harap satu hal tak berubah.
Kenangan tawa bersamamu… tetap abadi, tetap indah.
Makna puisi:
Puisi “Tawa Bersamamu” menggambarkan makna persahabatan yang tulus dan mendalam, di mana kehadiran seorang sahabat mampu membuat hidup terasa lebih ringan dan bermakna, meski dunia tak selalu ramah. Dalam perjalanan hidup yang penuh rintangan dan ketidakpastian, tawa yang tercipta bersama menjadi sumber kekuatan dan penghiburan. Kebersamaan tidak hanya soal momen lucu, tetapi juga tentang saling mengerti, bahkan dalam diam. Sahabat digambarkan sebagai sosok yang hadir tanpa banyak kata, namun mampu membawa ketenangan di tengah resah. Puisi ini menekankan bahwa persahabatan sejati tak diukur dari lamanya waktu, tetapi dari bagaimana kedua pihak saling mendukung dan tumbuh bersama. Meski kelak usia menua dan tubuh melemah, harapannya adalah agar tawa dan kenangan indah yang telah dibangun bersama tetap abadi dalam hati, menjadi pengingat akan hangatnya sebuah ikatan yang pernah ada.
Penulis : Lailatul F.





