Di tengah damainya kesunyian ruang,
Kami disuguhi kabar yang tak pernah diharapkan
Tentang ilmu-ilmu yang perlahan disingkirkan,
Katanya zaman selalu berlari
Maka ilmu harus siap mengejar
Cepat, tepat, dan menghasilkan pundi-pundi keuntungan
Namun, muncul pertanyaan yang tak bisa diutarakan,
Apakah ilmu harus selalu menjelma menjadi uang?
Sastra dianggap tidak bersuara,
Sejarah sudah tidak perlu dikenang,
Seni dianggap hiasan
Di tengah para penentu arah gencar mencari keuntungan untuk kesenangan.
Padahal setiap ilmu punya jalan kehidupan,
Jika semua ditimbang dari keuntungan dan uang,
Lalu siapa yang akan menjaga jati diri bangsa?
Ternyata kecemasan bukan hanya melanda mereka yang tertindas,
Tetapi mahasiswa yang masa depannya diretas
Oleh kebijakan yang tak punya rasa empati dan belas kasih.
Penulis : Nurhayati





