Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan?

0
315

Bayangkan sebuah dunia di mana semua serba maju, di mana hampir semua hal bisa dilakukan dengan sentuhan jari, itulah yang dinamakan era digital. Era ini mengubah cara kita beraktivitas, berkomunikasi, dan bahkan belajar. Digitalisasi, kunci utama era ini, bagaikan tongkat sihir yang mengubah hal-hal yang dulu hanya bisa dilakukan secara langsung atau ditulis di kertas menjadi versi digitalnya. Bayangkan, kamu bisa membaca buku tanpa harus pergi ke toko buku.

Pada zaman dahulu, ketika buku masih menjadi barang yang langka dan mahal, perpustakaan memainkan peran yang sangat penting sebagai sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Masyarakat umum kerap kali pergi ke perpustakaan umum untuk mencari bahan belajar, mencari informasi, serta mencari buku hiburan seperti novel dan kumpulan cerpen. Tak hanya perpustakaan umum, terdapat pula perpustakaan sekolah, universitas, bahkan tempat kerja tertentu seperti di pemerintahan memiliki perpustakaan untuk mencari informasi bagi para karyawannya.

Perpustakaan di Era Digital
Era digital mengubah cara kita melakukan sesuatu, hal ini tentu saja berpengaruh dalam pencarian ilmu pengetahuan dan informasi. Buku-buku yang sebelumnya sulit didapat dan mahal, mudah kita temukan dengan pergi ke toko buku yang ada di seluruh penjuru kota. Dengan adanya digitalisasi, buku juga memiliki salinan digital yang biasa disebut E-Book, yang bisa dapatkan secara legal maupun ilegal.
Hal ini tentu saja berdampak terhadap perpustakaan. Perpustakaan yang awal mulanya adalah tempat utama dan mungkin satu-satunya tempat untuk mendapat bahan belajar dan informasi, kini tergantikan oleh banyak tempat lain dengan fungsi yang sama. Tentu saja, hal ini membuat perubahan jumlah dan tipe orang yang datang ke perpustakaan.
Namun, saat saya survei ke perpustakaan sekitar, pada saat itu saya mengunjungi perpustakaan Balai Pemuda Surabaya dan perpustakaan Universitas Negeri Surabaya, saya mendapati masih ramainya orang yang datang ke perpustakaan. Bahkan, ada saat di mana saya bingung mencari kursi untuk duduk. Hal ini membuat saya bertanya mengapa masih banyak orang pergi ke perpustakaan ?

Suatu Kejadian yang Membawa Saya pada Opini Ini
Sampailah pada saat saya kebingungan dikarenakan tugas yang menumpuk. Saya biasanya mengerjakan tugas di kamar rumah saya, sedangkan saat itu saya diberitahu orang rumah bahwa mereka sedang pergi dan saya lupa membawa kunci rumah cadangan. Disitulah saya harus memutar otak, kemana saya harus membawa tugas yang banyaknya segunung ini?
Saya memeriksa Google Maps dan melihat kafe di sekitar saya, tetapi kebanyakan harga yang kafe itu tawarkan di luar uang yang dapat dikeluarkan pada hari itu (sebagai mahasiswa dengan banyak kebutuhan serta uang saku bulanan terbatas).
Setelah 10-20 menit dihabiskan untuk berpikir, pada kala itu saya baru saja keluar dari gedung program studi saya. Setelah mencari sana kemari, akhirnya muncul ide untuk mencoba pergi ke perpustakaan Balai Pemuda Surabaya. Setelah perjalanan yang tak berlangsung lama, akhirnya saya sampai di tempat. Saya cukup kaget karena pengunjung perpustakaan yang begitu ramai meskipun hari itu adalah hari biasa, bukan weekend.

Pengamatan dan Sampainya pada Hasil
Setelah saya berhasil menyelesaikan tugas yang saya terima, hal ini membuat saya tersadar bahwa banyak orang lain yang memiliki nasib sama dengan saya, datang ke perpustakaan. Perpustakaan di zaman sekarang tidak langsung begitu saja ketinggalan zaman. Perpustakaan sekarang menyediakan sarana jaringan nirkabel (Wi-Fi) yang dapat digunakan oleh para pengunjung perpustakaan.
Selain adanya jaringan nirkabel, perpustakaan juga menyediakan beberapa komputer yang cukup untuk digunakan berselancar (browsing) di dalam internet serta membuka aplikasi Microsoft Office. Hal ini tentunya dapat digunakan oleh orang – orang yang tidak memiliki komputer pribadi di rumahnya, tampak pada saat saya kesana ada beberapa orang yang menggunakan komputer perpustakaan untuk membuat CV mereka.
Selain fasilitas yang ditawarkan perpustakaan modern, terdapat juga hal yang tak berubah dari perpustakaan, yaitu ruangannya yang ideal untuk digunakan mengerjakan tugas. Peraturan yang ketat seperti dilarang berisik membuat perpustakaan lebih ideal digunakan untuk mengerjakan tugas daripada kafe.

Kesimpulan
Fungsi perpustakaan sebagai tempat mencari bahan belajar dan informasi mungkin telah tergantikan karena mudahnya akses buku pada zaman sekarang. Namun, hal itu tidak serta merta membuat perpustakaan tidak lagi relevan. Fasilitas yang ditambahkan sesuai dengan perkembangan zaman serta lingkungan yang ideal membuat perpustakaan masih layak sekali dikunjungi bahkan di era digital dimana semua dapat diakses dari rumah dengan sentuhan jari saja.
Perpustakaan yang sebagian besar disediakan gratis dan terbuka untuk umum juga membuat tempat ini cocok untuk para mahasiswa dengan uang saku terbatas, tetapi ingin mencari lingkungan baru untuk mengerjakan pekerjaan dan tugasnya.

Penulis: Athalla Bayanaka Maheswara

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here