Dalam relung jiwa yang meredup,
memayungi asa yang kian surut.
Memaki, menghakimi,
arus air mata yang meringkuk kusut dan takut.
Di manakah kekalahan api
yang dahulu menari manja,
dalam bisikan melodi
yang bergelayut mesra?
Jika ada ratusan kali kehidupan
yang harus diputar atas kesaksian,
yang berperang dengan logika—
perempuan gila.
Akan ada satu nama
yang tak akan pernah terlukis,
bahkan tertulis,
oleh tinta rasa sepekat apa pun.
Dalam ketulusan dan ambisi,
jika nama ini adalah sampan,
akan kubiarkan ia berlayar.
Mungkin akan abadi,
dirayakan malam dan samudera,
bersama dingin
yang dipeluk arus penyesalannya
Penulis : Davina Olga Salsabila (Redaktur Teras)





