Tinta

0
15

Dalam relung jiwa yang meredup,

memayungi asa yang kian surut.

Memaki, menghakimi,

arus air mata yang meringkuk kusut dan takut.

 

Di manakah kekalahan api

yang dahulu menari manja,

dalam bisikan melodi

yang bergelayut mesra?

 

Jika ada ratusan kali kehidupan

yang harus diputar atas kesaksian,

yang berperang dengan logika—

perempuan gila.

 

Akan ada satu nama

yang tak akan pernah terlukis,

bahkan tertulis,

oleh tinta rasa sepekat apa pun.

 

Dalam ketulusan dan ambisi,

jika nama ini adalah sampan,

akan kubiarkan ia berlayar.

 

Mungkin akan abadi,

dirayakan malam dan samudera,

bersama dingin

yang dipeluk arus penyesalannya

 

Penulis : Davina Olga Salsabila (Redaktur Teras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here