Di Ujung Cahaya

0
9

Di ujung malam yang tak bertepi,
Engkau menjelma, semburat mentari.
Bukan karena gemerlap yang membutakan,
Namun bisik lembut di keheningan.

Saat ragu menyiksa di dada,
Sulut api, engku usir gunda.
Meski hari seringkali pedih,
Engkau pupuk mimpi agar tak mati.

Engkau menjadi benih di tanah kering,
Akar karang di bebatuan tebing.
Tak besar, tetapi teguh berdiri…
Karena percaya, bukan sekadar mimpi.

Jadi biar badai menggila di luar,
Ku pegang erat cahaya yang tersisa.
Harapan bukan tentang mudah,
Tapi berani kembali setelah terluka.

Penulis: Riska Putri Wahyu Listiyani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here