Kekalahan Jepang dan Kemerdekaan Indonesia

Persgema.com – Perang Dunia II adalah peristiwa nyata yang terjadi selama kurun waktu tahun 1939 sampai dengan tahun 1945 yang diakibatkan oleh adanya benturan filosofis yang melanda bangsa-bangsa di Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Asia yang berdampak pada rapuhnya keadaan politik, masalah keuangan dan aspek-aspek lainnya dalam kurun waktu tersebut. (Mawdsley & Weinberg dalam Kawer, 2019: 82). Negara yang ikut andil dalam perang dunia ke II adalah Jepang yang dibantu dengan Jerman dan Italia disebut dengan blok poros (sentral) berhadapan dengan Britania Raya, Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai blok sekutu. Kejadian ini digambarkan dengan berbagai unjuk kekuatan serta perluasan militer terhadap wilayah tertentu seperti Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara hingga Pasifik.

Tanda-tanda kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik mulai terlihat pada tahun 1944. Amerika Serikat mampu mendesak angkatan laut Jepang di kawasan samudera Pasifik. Masyarakat Indonesia diperbolehkan mengibarkan bendera merah putih berdekatan dengan bendera Jepang. Selain itu, masyarakat Indonesia juga diperbolehkan menyanyikan himne masyarakat Indonesia Raya setelah lagu pujian masyarakat Kegiatan ini dilakukan oleh pihak Jepang tujuan agar masyarakat Indonesia dapat membantu menjaga situasi militer Jepang dari serangan Persatuan.

Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II melawan AS mengakibatkan takluknya Jepang terhadap AS. Kerugian tersebut diakibatkan oleh serangan yang dilakukan oleh AS secara tiba-tiba dan sama sekali tidak terduga oleh Jepang. Serangan itu terjadi pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Kedua komunitas urban tersebut merupakan kota padat penduduk sehingga yang didapat Jepang adalah akibat dari bom molekul dahsyat. 2,5 juta korban meninggal dan jutaan lainnya harus menanggung penderitaan yang mengakar dan luka akibat radiasi bom nuklir. Pengakuan Jepang pertama kali atas kehilangannya secara resmi dilakukan USS Missouri di Tokyo Sound pada tanggal 2 September 1945 disampaikan oleh Mamoru Shigemitsu dan Gen Umezu yang disebut Pernyataan Potsdam.

Setelah peristiwa pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki serta perang intrinsik yang sedang dialami Jepang maka pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia. Namun tidak segera ditepati, hingga Jepang mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada Amerika Serikat pada 15 Agustus 1945 yang mana menjadikan Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan. Hal itu dimanfaatkan oleh pemuda pemudi memproklamasikan Indonesia kemerdekaan untuk tanpa menunggu janji dari Jepang. Pada tanggal 16 Agustus, golongan muda menculik golongan tua mendesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada akhirnya golongan tua menyerah dan memproklamasikan Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Artikel Terkait

Sidang Komar Berlanjut, Jaksa Hadirkan Ahli Tambahan

SURABAYA — Sidang lanjutan Muhammad Ainun Komarullah alias Komar...

Pembebasan UKT bagi Pengurus Ormawa UNESA: Apresiasi, Tanggung Jawab, dan Harapan Inklusivitas

Surabaya — Di tengah masifnya pembangunan dan pemerataan infrastruktur...

Tangan yang Tak Pernah Diam

Di bawah langit yang kadang tak ramah, mereka berdiri tanpa...

Tinta

Dalam relung jiwa yang meredup, memayungi asa yang kian surut. Memaki,...

May Day Surabaya 2026: Tuntutan Buruh, Dinamika Gerakan, dan Sorotan Konsolidasi Mahasiswa

SURABAYA – Isu penghapusan sistem outsourcing dan pencabutan Omnibus Law menjadi sorotan...

Pesta Babi di Surabaya: Menggugat Kolonialisme Modern dan Krisis Imajinasi Nasional

SURABAYA, 9 Mei 2026 – Di balik dinding kaca dan...
spot_img