Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar keagamaan bagi umat muslim. Momen bahagia ini hadir setelah seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Banyak tradisi yang dilakukan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, salah satunya yakni tradisi Ketupat.
Dari berbagai literatur yang ada menunjukkan bahwa, tradisi Ketupat telah ada sejak lama. Tradisi ini dibawa oleh Sunan Kalijaga ketika menjadi pemimpin Kerajaan Demak. Sunan Kalijaga memperkenalkan Islam melalui budaya dan tradisi setempat agar mudah diterima, termasuk dengan makanan khas daerah seperti Ketupat dan Opor ayam.
Di Indonesia, salah satu cara unik untuk merayakan Idul Fitri adalah melalui ketupat. Tradisi lebaran ketupat atau syawalan merupakan amalan bertetangga dan saling memaafkan setelah salat Idul Fitri dan bakda ketupat yang artinya kemeriahan beberapa minggu kemudian.
Ketupat adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras yang dimasak dengan cara direbus dalam anyaman daun kelapa. Ketupat merupakan hidangan khas yang disajikan pada Hari Raya Idul Fitri. Biasanya ketupat diberikan kepada kerabat sebagai simbol kebersamaan. Lambat laun, tradisi Ketupat pun melekat di Indonesia sebagai hidangan khas lebaran.
Dilansir dari hot.detik.com bentuk belah pada ketupat memiliki filosofi bagi masyarakat Jawa sebagai bentuk kiblat papat limo pancer. Bentuk ketupat juga melambangkan keseimbangan alam di empat arah mata angin, timur, selatan, barat dan utara. Selain itu keempat sisi Ketupat ini juga diartikan sebagai empat macam nafsu yang dimiliki manusia.
Nah, sekarang sudah tahu kan makna dari tradisi ketupat yang sebenarnya? Yuk, kita jaga dan pertahankan tradisi tersebut.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H


