Puisi “Membakar Kesepian” Karya Adinda Trisaeni Nur Sabrina

0
245

Membakar Kesepian

Dengungan suara berisik mengusik telinga

Di ujung waktuku tak segera beranjak dari nestapa

Semakin gelisah dan berdenyut yang kurasa

Alam bawah sadar memaksaku untuk menjadikan hati ini bak sengsara

Layaknya orang kesakitan, batinku merintih tak bersuara

Dengungan suara berisik semakin terdengar jelas di telinga

Ternyata, suara dengungan itu bersumber dari diri yang terjebak oleh fatamorgana

Mataku terpejam erat, namun masih saja mengeluarkan air mata

Sepasang telapak tanganku menjambak rambut dengan kuatnya

Berharap rasa sakit di dalam dada mereda

Berharap suara berisik di telinga hilang meskipun untuk sementara

Namun, suara berisik itu semakin memekik telinga

Yang membuat diri semakin kuat menyakiti diri dengan hebatnya

Aku ingin teriak kencang, namun tak ada suara

Aku ingin dipeluk lama, namun tak ada yang datang jua

Aku ingin punya teman cerita, namun tak ada yang mau menampungnya

Aku tersiksa sendirian, tanpa ada yang peduli atas apa yang kurasa

Aku kesepian, aku hanya ingin membakar rasa sepi yang ada

Meskipun dengan rasa sakit yang tiada obatnya

Namun aku berusaha membakar kesepian itu untuk waktu yang lama

Meski pada akhirnya aku tahu, semua kesakitan yang kulakukan hanyalah akan sia-sia

Surabaya, 24/11/2023

 

Penulis: Adinda Trisaeni Nur Sabrina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here