Sebuah Ulas untuk Drama Melo Movie

0
300

Resensi ini membahas mengenai drama Korea berjudul Melo Movie yang diperankan oleh Choi Woo-Shik dan Park Bo-young sebagai pemeran utama. Melo Movie disutradarai oleh Oh Choong-hwan dan penulis skenario bernama Lee Na-eun. Drama ini bergenre slice of life dengan balutan romantis dan komedi. Drama ini memiliki 10 episode yang tayang di platform Netflix dan episode pertama rilis pada tanggal 14 Februari 2025.

Melo Movie menceritakan tentang seorang laki-laki yang sangat menyukai film dan bercita-cita untuk menonton seluruh film di dunia. Laki-laki ini bernama Ko Gyeom yang diperankan oleh Choi Woo-shik. Rasa sukanya terhadap film begitu dalam, hingga membuatnya terjun di dunia akting saat usianya beranjak dewasa. Dalam perjalanannya menjadi aktor, ia menaruh perasaan suka pada asisten sutradara, Kim Mu-bee, gadis jelita yang diperankan oleh Park Bo-young. Ketika mereka mulai semakin dekat, takdir justru hadir untuk memisahkan mereka. Ko Gyeom menghilang tanpa memberi sedikit pun penjelasan. Meninggalkan luka nan pelik pada Kim Mu-bee.

Ko Gyeom hidup berdua dengan kakak laki-lakinya, Ko Jun. Ko Gyeom sangat bergantung pada kakaknya, menjadikan Ko Jun sebagai seorang kakak, ayah, sekaligus teman. Ko Jun sangat menyayangi adiknya, ia menjadi teman nonton di setiap malamnya, juga selalu mengusahakan keinginan Ko Gyeom. Meski memiliki kepribadian yang sedikit tertutup, Ko Jun sebenarnya sangat menyayangi adiknya, jauh dibandingkan rasa sayangnya terhadap dirinya sendiri. Secara pribadi, saya sangat suka melihat dinamika kehidupan kakak beradik ini, begitu menyentuh dan menyenangkan meski kadang ikut frustasi ketika terjadi konflik antara mereka berdua.

Hidup itu realistis. Begitu juga dengan ending yang didapatkan oleh Hong Si-jun dan Son Ju-a. Mereka adalah pemeran pendamping yang memiliki kehidupan romansa manis semasa remaja. Sempat bertanya-tanya mengapa Hong Si-jun makan udon sangat cepat, bahkan satu suapnya bisa menampung banyak udon di mulutnya, sedangkan Son Ju-a harus memakannya begitu lambat, menghabiskan udon dengan hanya menampung seutas mie di setiap suapnya.  Namun celetukan kecil dari pemikiran ‘asbun’ ini ternyata juga ada jawabannya. Dua sejoli yang penuh cinta, saling berusaha untuk menyembuhkan luka untuk bisa bertahan lebih lama. Mereka memiliki ending yang berkesan sehingga meninggalkan bekas emosional yang berarti di dalam benak penonton.

Bisa dibilang, alur drama Melo Movie ini cenderung lambat dan mudah ditebak. Namun plot dieksekusi dengan apik sehingga tidak terkesan klise dan membosankan, memberi kenyamanan menonton yang pas untuk tidak terburu-buru menyudahi drama ini. Semua pemeran stand out dengan caranya masing-masing. Such a good way to make this drama complex. Jiwa tiap karakter terasa hidup dan natural, serta chemistry yang dibangun sangatlah bagus. Penonton dipaksa untuk ikut masuk berpacu pada adrenalin yang terasa begitu nyata.

Drama ini indah. Bisa menjadi healing dari kehidupan nyata yang begitu penatnya. Segala macam serangkaian emosi serasa dimainkan saat menontonnya. Senang, haru, gemas, hangat, tapi juga memberi rasa sedih, pilu, dongkol, juga kecewa.

Aspek visual dari cinematography drama Melo Movie sangat cantik. Pengambilan gambarnya begitu diperhatikan komposisinya, sehingga terasa artistik dan memanjakan mata. Color grading dengan nuansa warna-warna cool tone yang mendominasi seakan memberi kesan sepi dan kekosongan yang menginterpretasikan perasaan para karakter dalam drama tersebut. Namun, kadang kali terasa too much sampai membuat kesan suasana yang dipaksakan, juga membuat wajah pemain menjadi sedikit abu-abu kusam, terutama pada Ko Gyeom.

Mungkin, kekurangan lain dari drama ini adalah: karakter Ko Gyeom yang terkadang déjà vu dengan karakter lain yang diperankan oleh Choi Woo-sik di drama lain. Entah mungkin karena memang adanya kemiripan dalam sifat karakternya di drama lain?

Tidak ada tokoh antagonis di dalam drama Melo Movie. Sebagai gantinya, takdir dan waktulah yang bertindak jahat. Drama ini mengajarkan bahwa komunikasi merupakan kunci penting dalam membangun dan menjaga sebuah hubungan, baik dalam hubungan keluarga, teman, ataupun percintaan. Secara keseluruhan, drama ini cukup ringan untuk menjadi tontonan di kala ingin mencari kisah cinta yang hangat tapi juga pelik, cerita sederhana tentang kakak beradik yang saling mengasihi, juga tentang struggle dalam menggapai impian.

Aku tak mau mendalami kehidupan orang lain. Aku paham sifatku. Begitu tahu sesuatu tentang seseorang, aku ingin tahu lebih. Aku pun semakin terjerumus lebih dalam. Ujung-ujungnya, aku jadi si bodoh yang tak sadar orang itu akan meninggalkanku. Jadi, aku tak ingin mendalami kehidupanmu. Hal yang paling kubenci adalah orang yang menghilang tanpa kabar. Meski kau lakukan hal yang paling kubenci, ternyata aku tetap menyukaimu. Itu artinya aku tak punya alasan untuk membencimu.” Kim Mu-bee, Melo Movie.

 

Highlight

Resensi ini tentang drama Korea “Melo Movie” yang dibintangi Choi Woo-Shik dan Park Bo-young sebagai pemeran utama.. Drama ini terdiri dari 10 episode yang ditayangkan di Netflix dan episode pertama ditayangkan pada tanggal 14 Februari 2025.

Drama “Melo Movie” menceritakan tentang seorang pria yang mencintai film dan bermimpi menonton semua film di dunia. Pria ini bernama Ko Gyeom yang diperankan oleh Choi Woo-shik. Dalam perjalanannya menjadi aktor, ia menaruh perasaan terhadap asisten sutradara, Kim Mu-bee, seorang gadis cantik yang diperankan oleh Park Bo-young.

Secara keseluruhan, drama ini cukup ringan bagi siapa pun yang mencari kisah cinta yang menyentuh hati namun rumit, kisah sederhana tentang saudara kandung yang saling mengasihi dan juga tentang perjuangan untuk meraih mimpi.

 

Penulis: Ahsana Nadhifa Nur Amalia, Redaktur Bahasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here