Puisi “Bulan di Dasar Telaga” Karya Melly Yunitasyari

0
211

Bulan di Dasar Telaga

Jembatan bambu reyot tambak biru

Tertiup angin tak menggoyahkan langkahku

Dedaunan jatuh dari ranting-ranting lapuk

Telah gugur perasaaan abu-abu

Ikut mati di tengah labirin diksi 

Semerbak bunga juwita membelah udara

Dengan luka duri bugenvil masih membekas

Serta sorot mata sayu yang terjaga 

Diiringi irama cakra besi sedang berlari-lari 

Kala petang, siluet panorama terlukis elok

Memancarkan mimpi pada kursi tua rimpuh

Menggemakan jeritan nadi kampung halaman

Badai berganti pelangi 

Tak patah bagai pasang surutnya ombak

Bintang bergantung di langit-langit

Menyambut dinginnya pekat malam

Secangkir kopi sejuta titik pena

Semangkuk mie sejuta harap

Ditemani pantulan redup cahaya bulan

Pada dasar telaga kini perlahan terang

 

Penulis: Melly Yunitasyari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here