Jejak Kekal
Dalam siklus yang tak pernah henti,
Raga yang hancur jiwa yang abadi,
Tersesat dalam rindu yang tak pernah mati,
Takdir yang jahat cinta yang murni.
Ingat saat sang kuasa datang memisah,
Kita tahu ini hanya sementara,
Sebab di kehidupan berikutnya,
Kau dan aku akan kembali bersama.
Lewati berbagai cobaan dan gundahan,
Seperti hadirnya benang merah yang menali,
Walau dibungkam takkan bisa ditahan,
Hati ini kan terus hidup kembali.
Di dalam tubuh yang berbeda,
Jiwamu tetap ku kenali,
Melalui tatapan yang membekas di dada,
Tunggu, nanti kau akan ku temui.
Penulis: Adinda Cita Clasica





