Puisi “Seribu Tahun Menanti: Elegi Keadilan di Negeri Viral” Karya Rendy Maulana Yaqin

0
283

Seribu Tahun Menanti: Elegi Keadilan di Negeri Viral

Keadilan!

Kau ada di mana?

Tersembunyi di balik tagar?

Atau menunggu di antara berjuta view?

 

Aku melihatmu tertatih-tatih

Di jalan-jalan sunyi negeri ini

Menanti untuk dipanggil

Oleh jari-jari netizen yang gelisah

 

Penegakan kau penuh gejolak

Berjalan lambat bak kura-kura

Viral! Trending!

Seakan kau baru hidup, keadilan

 

Aku tak bisa tidur, keadilan

Karena setiap malam aku mendengar

Rintihan mereka yang terlupa

Yang suaranya tak pernah mencapai timeline

 

Wahai negeriku!

Sampai kapan kita akan jadi budak sensasi?

Membiarkan keadilan menjadi badut jalanan

Yang harus menghibur untuk mendapat receh perhatian

 

Aku muak!

Muak dengan hukum yang pura-pura buta

Yang hanya melihat ketika kamera menyala

Yang hanya bergerak ketika hashtag membara

 

Kalau saja aku bisa, aku ingin mencabik-cabik langit

Meneriakkan pada semesta bahwa keadilan bukan barang dagangan viral!

Tapi aku hanya seonggok daging dan tulang yang hanya berteriak dalam sunyi 

Meratapi keadilan yang sekarat di tengah hiruk-pikuk dunia maya

 

Menanti selama seribu tahun untuk kau berdiri tegak, keadilan

Hari pertama, aku menunggu keadilan

Hari ke-100, aku masih menunggu keadilan

Hari ke-1000, aku lelah menunggu keadilan

Hari ke-1001, aku masih disini

 

Mungkin suatu hari nanti, entah kapan, entah bagaimana

Keadilan akan datang tanpa perlu viral

No viral, no justice bukan pilihan

Keadilan untuk semua menjadi kewajiban

 

Sampai saat itu tiba

Aku akan terus menulis

Aku akan terus menunggu

Aku akan terus berharap

 

Penulis: Rendy Maulana Yaqin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here