Novel keempat karya Windry Ramadhina menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Rayyi Karnaya, mahasiswa Fakultas Film dan Televisi IKJ. Ia adalah anak dari Irianto Karnaya, seorang produser film terkenal. Rayyi memiliki cita-cita untuk membuat film dokumenter, namun harus melawan keinginan sang ayah yang menuntutnya untuk menjadi seorang produser film box office mengikuti jejaknya.
Dalam novel ini, penulis memfokuskan cerita pada perjalanan Rayyi sebagai karakter utama, yang sangat menyukai terhadap film dokumenter. Ia mempelajari film dokumenter dengan segala cara. Ketika kelas Dokumenter IV dibawakan oleh Samuel Hardi, yang merupakan sutradara film dokumenter terbaik, Rayyi bersama ketiga temannya dengan sadar menyelinap ke dalam kelas Samuel Hardi, guna mendapatkan pelajaran langsung dari sang sutradara terbaik itu. Di sanalah Rayyi bertemu dengan Haru Enomoto, mahasiswi asal Jepang yang sedang studi banding di IKJ.
Berawal dari pertemuan itu Rayyi dan Haru menjadi dekat, sampai Haru menjadi objek film dokumenter Rayyi, untuk tugas kuliah di kelas Samuel Hardi. Sejak saat itu, kehidup Rayyi mulai berubah. Ketika ia menatap Haru dengan pandangan yang berbeda, ia menyadari bahwa Haru menarik perhatiannya. Kedekatannya dengan Haru membuat Rayyi mulai memandang dunia film dari berbagai sudut pandang, dan melaui Haru pula, ia mengetahui apa artinya berjuang untuk mewujudkan cita-citanya.
Secara keseluruhan, penulis berhasil menghadirkan alur cerita yang menarik dan tidak membosankan, dengan adanya penjelasan sedikit tentang dunia perfilman. Penggambaran setiap karakter juga sangat pas, meskipun terdapat unsur cinta tetapi juga menceritakan tentang kekeluargaan dan sahabat. Penulis sangat piawai dalam menyampaikan emosi melalui dialog dan narasi, sehingga para pembaca dapat ikut merasakan kedalaman cerita secara nyata. Dengan penulis menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami, karakteristik tokoh-tokoh nya sangat kuat dan alur cerita yang menyentuh.
Novel ini sangat cocok bagi pembaca yang menyukai alur cerita yang tidak terlalu lambat, namun juga tidak terlalu cepat. Montase merupakan novel yang menarik dari berbagai aspek dan memberikan wawasan tambahan tentang dunia perfilman, khususnya film dokumenter. Selain itu, novel ini juga menyampaikan pesan inspiratif bahwa kita tidak perlu takut untuk mengejar impian. Teruslah melangkah dan berkarya sesuai dengan keinginan, serta jangan pernah menyerah.
Penulis: Aisyah Rahmania Putri





