persgema.com, SURABAYA – Dalam upaya memberdayakan perempuan di dunia kerja modern, Women Empower Women At Work (WEWAW) menggelar festival pertamanya bertajuk WOMENwhoMA5TER di BG Junction Mall Surabaya pada Minggu (05/10/2025). Dengan menjembatani inovasi, teknologi, dan kolaborasi di dunia kerja, festival ini mengajak perempuan untuk menguasai keterampilan kerja, berpikir kritis, dan berani berjejaring.
Menurut tim WEWAW, festival ini lahir dari kegelisahan terhadap rendahnya literasi digital di kalangan perempuan Indonesia. Berdasarkan data internal mereka, satu dari dua perempuan di Indonesia masih belum memiliki kemampuan digital yang memadai, padahal hal ini menjadi penentu penting dalam kualitas dan daya saing masa depan. WEWAW menilai bahwa perempuan tidak hanya membutuhkan ruang, tetapi juga dukungan konkret untuk berkembang di era digital.
Berangkat dari hal tersebut, festival ini mengusung tiga pilar utama, yaitu growth mindset, personal branding, dan networking, yang dikemas ke dalam beragam kegiatan seperti talkshow, workshop, moderated networking, hingga skill hunt challenge. Selain menghadirkan mentor inspiratif seperti Kharisma Hawa dan Fathia Fairuza, hasil dari booth yang tersedia juga dialokasikan untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan perempuan secara nasional.
Sebagai kota pembuka dari rangkaian festival WEtheWAW yang akan hadir di tiga kota besar di Indonesia, pelaksanaan di Surabaya telah melibatkan lebih dari 65 perempuan dengan latar belakang berbeda. Sebagian besar peserta merupakan perempuan pekerja yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Co-FounderWEWAW, Octaviniant Aspary atau Esvy, menyatakan bahwa festival WEtheWAW di Surabaya memiliki perbedaan dari kota-kota lainnya. Ia berfokus dalam memberdayakan para peserta lokal yang berdomisili di Jawa Timur agar festival ini bisa lebih personalized dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Ia juga mengungkapkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan festival ini karena seluruh koordinasi dilakukan secara daring. “Tadinya yang ngerjain temen-temen pengurus di balik layar gitu, nah pas sebulan terakhir baru temen-temen volunteer masuk. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa lancar ya tadi, temen-temen (peserta) fun juga alhamdulillah,” ungkap Esvy.
Salah satu peserta, Anindya Istiqamah, mengaku festival ini memberinya perspektif baru. “Jujur ini pertama kali ikut event personal branding kayak gini, dan dari sesi tadi aku jadi sadar kalau sebenarnya kita nggak perlu kecil hati. Kita punya skill yang bisa dikembangkan kalau kita mau percaya sama diri sendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Anindya merasa belajar banyak tentang menemukan karakter unik dalam diri, mengenali tantangan yang mungkin dihadapi, dan menjaga konsistensi terhadap keterampilan yang dimiliki. Ia juga berharap agar pelaksanaan acara WEWAW berikutnya bisa lebih tepat waktu sebagai bentuk evaluasi konstruktif bagi penyelenggara.
Festival WOMENwhoMA5TER dinilai menjadi simbol bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil ruang dan menciptakan perubahan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, langkah ini menjadi pengingat bahwa literasi dan keberanian perempuan adalah fondasi penting bagi masa depan yang lebih inklusif.
Penulis: Nadhifa, Naswa, Ardelia
Editor: Alya, Nevanda, Nada





