Pernyataan Sikap CIVITAS ACADEMICA UNESA

Meninjau suasana kebangsaan mendekati Pemilihan Umum Tahun 2024 yang semakin tidak kondusif, segenap civitas academica Unesa terdorong untuk menyampaikan deklarasi dan pernyataan sikap secara terbuka dengan tema “Mengawal Demokrasi, Menjaga NKRI” Senin lalu di Lab Merdeka Kampus Unesa, Lidah Wetan. Acara yang dipandu oleh Herma Prabayanti tersebut dibuka dengan nyanyian lagu Indonesia Raya dan Himne Unesa, kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yakni pembacaan teks pernyataan sikap oleh Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A. selaku Ketua Senat Akademik Universitas, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Lutfi Saksono.

Bicara soal deklarasi, ada 6 poin yang disampaikan. Semuanya semata-mata dilakukan sebagai upaya untuk menyejukkan suasana masyarakat saat ini. Martadi menegaskan bahwa isi deklarasi tersebut tidaklah ditujukan pada satu pihak tertentu untuk menjaga objektivitas dan netralitas dari hal-hal yang bersifat tendensius. “Nggak perlu kami harus menyebut satu pihak tertentu, tetapi kita tahu bahwa ketika bicara elemen bangsa, kemudian pemerintah, ASN, TNI/Polri. Maka, seluruh elemen itu punya tanggung jawab untuk menjaga netralitas.” Maksud Martadi, segenap civitas academica tidak melihat satu poin isu tertentu, tetapi deklarasi ini diserukan untuk umum sebagai bentuk moral force.

Di sini netral, di situ … eh semua harus netral, ya!

Silakan cermati isi deklarasinya.

a. Mendorong semua pihak untuk menjaga kebersamaan dan suasana kondusif demi terwujudnya demokrasi yang sehat berasaskan pancasila dan UUD Republik Indonesia 1945

b. Mendorong semua elemen bangsa memberikan teladan yang benar dengan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan untuk suksesnya Pemilihan Umum 2024

c. Mendorong kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat negara, pemerintah, TNI, dan Polri untuk menjaga netralitas dan tidak memihak dalam Pemilihan Umum 2024

d. Mendorong semua pihak untuk menghargai kebebasan akademik sebagai bagian dari otonomi kampus yang konstitusional tanpa ada tendensi kepentingan politik. Namun, semata-mata untuk kepentingan peradaban dan nilai-nilai demokrasi

e. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan edukasi

dan literasi politik kepada masyarakat sehingga terhindar dari

informasi yang bersifat hoaks dan ujaran kebencian agar

terwujud Pemilihan Umum 2024 yang jujur, adil, aman, dan

damai

f. Mengajak seluruh warga negara yang memiliki hak pilih untuk tidak golput, memilih sesuai hati nurani, dan menghargai perbedaan pilihan.

Martadi meluruskan kembali bahwa segenap civitas academica tidak melihat sesuatu yang salah dari pemerintah, melainkan suasana kebangsaan yang saat ini terjadi memiliki potensi konflik yang kuat. Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu adanya deklarasi dan pernyataan sikap tersebut sebagai wujud tanggung jawab moral. “Justru ini menunjukkan kampus itu punya tanggung jawab moral. Nah, kita ruangnya untuk menunjukkan tanggung jawab moral itu melalui yang namanya kebebasan akademik. Kalau kami tidak memanfaatkan ruang ini justru kami salah. Melihat keadaan yang berpotensi mengancam bangsa kita, tetapi kita diam. Nah, kita tidak ingin diam. Kita ingin mengambil peran,” pungkasnya.

Artikel Terkait

900 Kamis Berlalu: Aksi Kamisan Surabaya Suarakan Tuntutan Keadilan Lewat Mimbar Bebas dan Seni

Surabaya, 5 Maret 2026 — Aksi Kamisan Surabaya kembali...

Bergerak atas Dasar Nurani, Massa Aksi Berujung Dikriminalisasi Polisi

persgema.com, SURABAYA – Salah satu tahanan politik demonstrasi Agustus...

Ketika Ratusan Nyawa dan Kelaparan Tak Cukup Menggugah Status Bencana Nasional

Indonesia kembali berduka. Banjir bandang dan tanah longsor di...

Peringati 64 Tahun Deklarasi Papua, AMP Suarakan Tuntutan Kemerdekaan di Surabaya

persgema.com, SURABAYA — Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Surabaya...

Pendakian Gunung untuk Kaum Tertindas, Lintasan Jalan Tol untuk Sang Penguasa

Di balik slogan pembangunan, klaim kemajuan, dan generasi emas...
spot_img