Aksi May Day 2024: Tekanan Isu Omnibus Law dan Adanya Daycare

Aliansi Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) yang terdiri dari buruh dan mahasiswa melakukan intimidasi untuk memperingati hari buruh atau May Day di Surabaya, Rabu (1/5). Di depan Gedung Grahadi, massa aksi dan panggung rakyat disajikan sebagai wadah untuk mengekspresikan tuntutan kepada pemerintah.  

Tuntutan tersebut dikemukakan agar menjadi refleksi, sebagaimana tujuan utama untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Adapun 27 tuntutan yang dikeluarkan oleh BARA API, khususnya cabut UU Omnibus Law, perempuan dan anak, kelompok rentan, pendidikan, kesehatan, dan yang terakhir kebebasan demokrasi.

Endang, ketua umum Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSBK), memaparkan keresahan khususnya pada Undang-Undang Omnibus Law karena telah merampas hak-hak buruh seperti upah, cuti, dan sebagainya. Menurutnya, meskipun upah yang diterima semakin tinggi, namun kebutuhan yang harus dipenuhi dengan harga yang melambung tinggi juga semakin banyak. 

“Kalau kita bicara upah, upah setinggi apapun tapi kalau kebutuhan kita juga semakin banyak, apa yang kita beli juga semakin mahal. Hal itu pun, menurut saya sama saja,” kata Endang.

Endang juga menambahkan mengenai tuntutan adanya daycare dan keadilan terhadap buruh perempuan. Mayoritas tempat penitipan anak yang dikelola swasta memberikan beban biaya pada para pekerja yang ingin anaknya mendapatkan pengasuhan yang layak dan benar. Selain itu, minimnya keberadaan tempat penitipan anak yang ramah anak menyebabkan banyak anak buruh mendapatkan kekerasan verbal dan fisik yang disebabkan oleh pola asuh yang salah.

Output yang diinginkan dari adanya tekanan ini yaitu minimal ada satu tuntutan yang dikabulkan. Jika tidak ada satupun, mereka akan melakukan penelitian lagi dan mengumpulkan data-data mengenai kondisi lapangan, APBD, dan regulasi pemerintah yang dapat mendukung tuntutan mereka. Kali ini tidak ada dialog yang dilakukan antara sekutu dan pemerintah, namun pihak sekutu akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. 

Senja, sebagai humas dalam Aliansi BARA API memaparkan mengenai agenda perjuangan selama satu bulan penuh yang akan dilakukan untuk menjaga momentum May Day. Pihaknya juga menyatakan jika aksi ini juga dilakukan secara online melalui media sosial sebagai wujud kepedulian terhadap kawan-kawan buruh.

“Harapannya per hari ini, ya setelah ini, kita tetap memperjuangkan tuntutan-tuntutan itu sehingga dapat mencapai kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat yang sejati”.

Peringatan May Day 2024 diselenggarakan dengan aksi damai disertai pagelaran seni, dibuka dengan orasi, pembacaan puisi, monolog, dan ditutup dengan pertunjukan teatrikal dari Institut Seni Tambak Bayan. (el, an, vir)

Artikel Terkait

Tangan yang Tak Pernah Diam

Di bawah langit yang kadang tak ramah, mereka berdiri tanpa...

Tinta

Dalam relung jiwa yang meredup, memayungi asa yang kian surut. Memaki,...

May Day Surabaya 2026: Tuntutan Buruh, Dinamika Gerakan, dan Sorotan Konsolidasi Mahasiswa

SURABAYA – Isu penghapusan sistem outsourcing dan pencabutan Omnibus Law menjadi sorotan...

Pesta Babi di Surabaya: Menggugat Kolonialisme Modern dan Krisis Imajinasi Nasional

SURABAYA, 9 Mei 2026 – Di balik dinding kaca dan...

MENGAJAR ATAU DIAJAR? PLP DAN KENYATAAN YANG TAK PERNAH DIBICARAKAN

Ruang kelas seharusnya menjadi tempat mahasiswa PLP membuktikan diri...
spot_img